Panen Karya di Lokakarya 7 (1)

 

Bersama fasilitator dan para tamu, Bu Mamik dari Dinas Pendidikan Surabaya

Tidak terasa sudah berjalan delapan bulan Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 2 yang kami ikuti. Bulan ini ada Lokakarya 7 yang menjadi momen spesial bagi kami karena agendanya panen karya. Menurut Pengajar Praktik saya-Pak Mifta Churohman-konsep panen karya ini serupa dengan konsep “mitoni” pada ibu hamil di adat tradisional Jawa.

Kata “mitoni” berasal dari kata “pitu” atau tujuh. Namun ada juga yang mengartikan “pitu” itu sebagai “pitulungan” alias pertolongan. Esensi mitoni adalah memohon doa pertolongan agar ibu dan bayi yang ada dalam kandungan selalu dalam kondisi yang baik. Bayi yang dilahirkan menjadi pribadi yang baik dan berbakti tentunya.

Dengan analogi yang sama, Lokakarya 7 pada dasarnya adalah memohon pertolongan agar guru-guru penggerak tetap menjaga semangat dan niat tulusnya dalam menjalani pendidikan. Setelah diwisuda kelak dan berakhirnya program pendidikan diharapkan mereka menjadi penggerak-penggerak yang berkepribadian baik dan berbakti pada bangsa. Indikatornya adalah menggerakkan teman-teman guru lainnya. Tujuannya satu, memberikan pendidikan dan pengajaran yang lebih berpihak pada murid agar tujuan pendidikan mewujudkan well-being students bisa terealisiasi dengan sempurna.

Lokakarya 7 dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu, 12-13 November 2021 di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Forum ilmiah dilaksanakan di hari pertama sementara pameran hasil karya dilaksanakan di hari kedua. Kami harus menginap karena harus menyiapkan segala hal terkait pameran keesokan harinya. Kami mendisplay semua karya yang telah kami lakukan selama perjalanan mengikuti PGP ini. Masing-masing kelompok akan memamerkan hasil karya mereka berdasarkan salah satu  Modul dalam PGP ini.

Ada tiga modul dalam PGP. Modul 1 Paradigma dan Visi Guru Penggerak, Modul 2 Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid, dan Modul 3 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah. Kelompok saya kebagian peran menampilkan Modul 2. Dalam modul 2 ini ada 3 bagian di antaranya pembelajaran  berdiferensiasi, pembelajaran berbasis sosial emosional, dan coaching. Jadi, kami harus memamerkan semua hasil karya kami, karya murid-murid kami di lingkup modul 2. Selain pameran ada juga kelas berbagi yang dihadiri para kepala sekolah dan pimpinan lainnya sebagai sarana diseminasi.

Karena kesibukan masing-masing guru maka koordinasi dilakukan intens secara online. Baru ketika mendekati Hari H karena bertemu secara offline untuk mengelola pameran ini. Hari Senin kami merapatkan diri, berbagi tugas dan tanggung jawab.  Setelahnya semua anggota kelompok bergerak cepat karena waktu yang tidak panjang.

Dalam tiga hari kami harus menyelesaikan semuanya. Mendesain stand, mengumpulkan alat-alat dan media yang dibutuhkan, membuat portofolio dengan cara mencetak semua tugas-tugas kami yang ada di lms PGP, mendesain dan mencetak banner, brosur, mengumpulkan video pembelajaran, video kegiatan dan mem-barcode-nya, menyiapkan suvenir bagi pengunjung (suvenir ini harus karya siswa di sekolah),  dan sebagainya. It’s really hard day for us karena kami masih harus mengajar di siang harinya. But it’s really exciting.

Sebenarnya kami berencana menyusun antologi perjalanan kami mengikuti PGP ini namun karena waktu yang tidak cukup sehingga buku tersebut belum terealisasi. Semoga saja kami benar-benar bisa mewujudkan saat wisuda nanti. Mengikat kenangan dalam bentuk tulisan.

Saat hari H, selepas forum ilmiah kami harus menyiapkan stand. Dengan bahu membahu akhirnya stand bisa selesai pada pukul 11 malam. Kami harus beristirahat agar keesokan harinya bisa melaksanakan tugas pameran dengan baik.

Apa yang terjadi di pameran? Akan saya tuliskan pada bagian ke dua Panen Karya besok. Semoga.

Sidoarjo, 15 November 2021

Dilema Etika vs Bujukan Moral (2)

Kemarin sudah saya tuliskan 4 paradigma yang bisa dipakai jika menghadapi dilema etika. Selain menggunakan paradigma-paradigma yang ada, ada yang namanya 3 prinsip pengambilan keputusan.

Pertama, berpikir berbasis hasil akhir (end-based thinking). Artinya, keputusan yang diambil untuk kebaikan orang banyak. Kedua, berpikir berbasis peraturan (rule-based thinking). Keputusan yang diambil sudah sesuai dengan aturan atau tugas yang dibebankan dan ketiga berpikir berbasis rasa peduli (care-based thinking).

Setelah itu baru keputusan yang telah diambil tadi dicek kembali berdasarkan 9 langkah pengecekan. Seperti apa itu? Continue reading “Dilema Etika vs Bujukan Moral (2)”

Mengembangkan Kelas Internasional

Bersama Pengajar Praktik Guru Penggerak-Bapak Mifta Churohman saat pendampingan di SMP Al Hikmah Surabaya

Unggahan kali ini tentang tugas saya di Pendidikan Guru Penggerak tentang Aksi Nyata di Modul 1.4 tentang Mengembangkan Kelas Internasional.

Bagian Pertama tentang rencana aksi. Bagian kedua tentang artikel refleksi apa yang telah saya lakukan terkait aksi nyata ini. Selamat membaca.

  1. PGP- Angkatan 2-Kota Surabaya- Hernawati Kusumaningrum-1.4-Rancangan Aksi

Nama Program: Kelas Internasional SMP Al Hikmah Surabaya

Target: 2 kelas (1 kelas putra, 1 kelas putri)

Strategi Pelaksanaan:

TAHAPAN Terlaksana/Belum/Tidak Keterangan
1. Observasi ke SMA Al Hikmah Surabaya

2. Melaporkan ke Kepala Sekolah hasil observasi

3. Presentasi di depan manajemen SMP

4. Presentasi di depan tim bahasa Inggris

5. Pembentukan tim kelas internasional

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Mencari/membangun networking dengan sekolah-sekolah berbasis internasional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. Membangun komunitas praktisi

8. Menyiapkan seleksi

9. Menyiapkan administrasi pembelajaran

10.Melakukan pembelajaran sesungguhnya

 

Terlaksana

 

Terlaksana

 

Terlaksana

 

Terlaksana

 

Terlaksana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terlaksana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum

Belum

Belum

 

Belum

 

 

 

 

 

 

 

 

·      Tim sudah tebentuk namun sepertinya kolaborasi belum berjalan optimal. Semua sibuk dengan tugas akhir masa pelajaran masing-masing.

 

 

·       Generation Global- info dari Al Azhar Jakarta

·       Madani School, Bagian Internasional UNESA, AISEC—info dari Pak Mifta

·       Alumni SMP Al Hikmah yang berkecimpung di bagian internasional kampus

 

 

 

·      Dalam proses pembuatan alat tes, masih terkendala urusan teknis

 

 

Continue reading “Mengembangkan Kelas Internasional”

Welcome Back

Pulang, Saya di depan lobi SMP Al HIkmah Surabaya (sumber: koleksi pribadi)

Ada hal menarik ketika mengerjakan tugas-tugas di Pendidikan Guru Penggerak (PGP) ini. Pertanyaan sering dimulai dari menanyakan bagaimana perasaan kita ketika melakukan sesuatu. Contohnya, ketika mengisi jurnal  mingguan ini.

Pertanyaan pertama,  bagaimana perasaan saya selama melakukan aksi untuk menguatkan nilai dan peran Guru Penggerak. Heeem….Sebelum menjawab pertanyaan ini tentu saja saya harus mengingat dan memahami kembali nilai dan peran Guru Penggerak yang sudah kami pelajari sepekan ini. Nilai-nilai tersebut adalah mandiri, reflektif, inovatif, kolaboratif, dan berpihak pada murid. Nilai-nilai yang sebenarnya sudah saya miliki meskipun kadarnya tidak seberat sekarang setelah mengikuti PGP ini. Continue reading “Welcome Back”