Jangan Takut Menulis

source: QutesGram

Sebagian orang menganggap menulis itu menakutkan. Takut tidak bisa menulis. Takut tulisannya jelek. Takut digunjing di belakang karena tulisannya jelek. Takut ditertawakan. Takut tidak bisa memulai tulisan karena tidak ada ide. Kalau sudah bisa memulai takut tidak bisa mengakiri tulisan.  Dan takut-takut yang lain.

Sebenarnya sah-sah saja orang bersikap demikian. Barangkali karena budaya tutur atau lisan kita lebih mendominasi dibanding budaya tulis. Kita lebih senang berbicara. Tidak ada yang salah dengan budaya tutur namun kalau kita menggenapinya dengan budaya tulis alangkah eloknya. Ingatan manusia sangat terbatas. Ilmu yang kita dapat hari ini belum tentu kita ingat keesokan hari. Maka ikatlah ilmu dengan tulisan, begitu kata Ali bin Abi Thalib berabad silam. Continue reading “Jangan Takut Menulis”

Writing is Healing

source: https://writingthroughthebody.com/

Saya sering mendengar kalimat yang saya jadikan judul tulisan ini. Menulis itu menyembuhkan. Saya juga pernah bertemu seseorang yang mengamalkan terapi ini. Seorang guru penulis yang tetap eksis di usia senjanya. Saya bertemu dengannya di sebuah pelatihan menulis. Padahal, beliau baru saja pasang ring di jantungnya. Menurutnya, menulis itu menyembuhkan.

Sahabat pembaca pasti pernah menonton film Habibie dan Ainun. Film produksi tahun 2012 itu dibintangi oleh Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun. Film itu kabarnya sangat sukses meraup penonton. Tidak kurang dari 4,7 juta penonton menyaksikan romansa mantan Presiden RI ke-3 tersebut. Film Habibie dan Ainun tersebut diangkat dari memoar yang ditulis oleh almarhum Habibie dengan judul sama. Beliau menulis buku itu atas saran seorang dokter untuk menyembuhkan diri dari depresi kehilangan istri yang sangat dicintainya. Continue reading “Writing is Healing”

Enam Catatan Penting dalam Menulis

Kalimat yang panjang seperti ini bisa dipecah menjadi beberapa kalimat pendek. Sumber: dokumen pribadi

Hari ini saya membersamai guru-guru TK Al Hikmah Surabaya untuk mewujudkan impian mereka. Membuat buku. Sehari sebelumnya, kepala sekolah memberikan link tulisan para guru ini. Ketika saya buka, ada 24 tulisan. Setiap tulisan terdiri dari 4-5 halaman A4. Hanya ada dua tulisan yang panjangnya antara 6-8 halaman. Kalau tulisan itu dirapikan, sudah jadi satu buku berukuran A5 dengan jumlah halaman lebih kurang 200.

Saya membaca satu demi satu tulisan tersebut sekaligus membuat catatan sederhana yang akan saya sampaikan di forum hari ini. Ternyata yang saya temukan serupa dengan yang sudah-sudah. Artinya, penulis pemula cenderung melakukan hal yang sama sehingga saya memberi masukan beberapa hal. Continue reading “Enam Catatan Penting dalam Menulis”

Menulis Biografi

Beberapa tahun yang lalu saya menulis biografi kepala sekolah saya. Saat itu, beliau hendak purna tugas dan saya ingin menghadiahi sebuah buku. Pilihan saya jatuh pada biografi. Beliau adalah kepala sekolah yang dicintai sekaligus disegani. Ia sangat dekat dengan bawahan. Kemampuannya menjalin silaturahim patut diacungi jempol. Tak jarang ia berkunjung ke rumah para pegawai teknis seperti cleaning service, satpam, dan sebagainya. Meskipun demikian, ia bisa sangat tegas. Di zamannya, banyak siswa dan guru meraih prestasi.

Biografi itu saya tulis dalam beberapa bulan. Ketika purna tugas benar-benar datang, biografi¬† tersebut selesai cetak. Biografi berjudul Gatot Sulanjono, Pendidik Cerdas Pemimpin Tangkas dibagikannya pada para guru dan kolega. Kadang ketika ada tamu penting yang datang, biografi itu berpindah tangan. Sebagai orang di balik biografi itu, tentu saya merasa senang. Rasa percaya diri itu melahirkan biografi-biografi lainnya. Namun, tidak semuanya sukses. Ada yang karena suatu hal, biografi tersebut mandek pengerjaannya. Continue reading “Menulis Biografi”