Kejujuran  dan Kedustaan

Sumber:radiomutuaraalquran.com

Disarikan dari Kajian Tafsir Prof. DR. H. Moh. Roem Rowi, MA. untuk Pegawai YLPI Al Hikmah Jumat,  11 Desember 2020

Jujur dan berkata benar adalah pangkal dari segala kebaikan. Sebaliknya, dusta, kebohongan adalah pangkal dari segala dosa yang akan mencelakakan kita dunia akhirat.

Firman Allah dalam QS. At Taubah (9) ayat 119  artinya:   Hai orang-orang yang beriman selalu patuhilah Allah dalam segala hal, dan serulah kalian semua bersama orang-orang yang senantiasa jujur dan berkata benar.

Dalam ayat tersebut ada kata wakuunuu maashodiqin  (serulah kalian semua bersama orang-orang yang senantiasa jujur dan berkata benar) tidak menggunakan kata kerja sebab kata kerja dibatasi ruang dan waktu. Ada masa sekarang, masa dulu, dan masa depan. Ayat ini menunjukkan bahwa mematuhi Allah itu harus selalu dilakukan dan tanpa henti. Lawannya adalah dusta yang merupakan pangkal dari segala kejahatan. Continue reading “Kejujuran  dan Kedustaan”

Tentara-Tentara Allah (4)

Ilustrasi Perang Khandaq. Sumber: risalahmuslim.id

Disarikan dari Kajian Tafsir Prof. DR. H. Moh. Roem Rowi, MA. untuk Pegawai YLPI Al Hikmah

Bahasan tentara-tentara Allah kali ini terkait dengan QS. At Taubah(9). Surat ini terkait dengan tiga orang sahabat Anshar saat itu yang tidak ikut berjihad di perang Tabuk karena takut musim panas yang terik. Ketika Rasulullah pulang dari perang tersebut dan mendengarkan keterangan ketiga sahabat ini, Rasulullah memberikan sangsi sosial. Tidak menjawab salam dan tidak  bicara dengan mereka. Hal ini berlangsung lebih kurang tiga bulan. Mereka bertekad mengikatkan diri di salah satu tiang masjid sampai Allah membebaskan mereka.

Surat ini terkait juga dengan kisah Ummul mukminin Aisyah, r.a. Ketika pulang dari perang Tabuk, kalungnya terjatuh. Aisyah mencarinya hingga ia tertinggal rombongan. Kemudian, seorang sahabat menemukannya dan mengantarkan ke rombongan semula. Saat itulah muncul gosip bahwa Aisyah telah bermain api dengan sahabat tadi. Sampai tiga bulan Rasulullah mendiamkan Aisyah hingga akhirnya Allah menurunkan Surat Taubah yang diawali dengan bara’ah ini. Bara’ah maknanya melepaskan diri/membebaskan diri. Continue reading “Tentara-Tentara Allah (4)”

Tentara-Tentara Allah (3)

Salah satu Firaun. Sumber: republika.co.ic

Disarikan dari Kajian Tafsir Prof. DR. H. Moh. Roem Rowi, MA. untuk Pegawai YLPI Al Hikmah. Jumat,  4 Desember 2020

Pada pertemuan-pertemuan terdahulu, kita sudah membahas tentang tentara-tentara Allah dalam bentuk langit, bumi, dan binatang-binatang kecil yang lebih kecil dari burung. Anda bisa membacanya di sini. 

Sebelumnya, tentara-tentara Allah dalam bentuk burung yang dikirim Allah pada Abrahah.  Anda bisa membacanya di sini. Kali ini kita akan membahas tentara Allah yang berkaitan dengan Firaun dan para pengikutnya.

Kalau ada manusia  yang berani mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan yang Maha Tinggi–Ana rabbukumul a’la, orang itu adalah Firaun. Tentara apa yang dikirim Allah kepada Firaun dan kaumnya itu? Dalam QS. Al A’raf (7) ayat 133 disebutkan angin topan, belalang, kutu, katak, dan darah. Continue reading “Tentara-Tentara Allah (3)”

Tentara-Tentara Allah (2)

Lalat, salah satu tentara-tentara Allah. Sumber: republika.co.id

Disarikan dari Kajian Tafsir Prof. DR. H. Moh. Roem Rowi, MA. untuk Pegawai YLPI Al Hikmah. Jumat,  27 November 2020

Pada bagian pertama kita telah membahas tentara-tentara Allah berupa sekumpulan burung kecil yang diturunkan di kota Mekkah untuk menghancurkan pasukan gajah. Bisa dibaca di sini.

Sekarang kita akan mengupas tentara Allah dalam bentuk yang lain. Beberapa di antaranya adalah langit dan bumi. Sebagaimana disajikan dalam QS. Al Fath (48) ayat 4 yang artinya: Dialah Allah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang yang beriman supaya bertambah imannya. Hanya milik Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Continue reading “Tentara-Tentara Allah (2)”

Tentara-Tentara Allah (1)

Ilustrasi burung Ababil. Sumber: Hidayatullah.com

Tentara Allah sangat banyak jumlah dan ragamnya. Ada yang kasat mata ada yang ghaib. Yang kasat mata contohnya dari jenis manusia yaitu para sahabat yang mendampingi Rasulullah. Contoh yang ghaib bisa berwujud malaikat yang diturunkan dari langit.  Kita tidak mampu melihatnya. Dalam sebuah hadis disebutkan jika kita mampu melihat hal-hal ghaib maka kita tidak akan mampu tertawa. Sungguh. Ketika Rasulullah Muhammad SAW  melihat malaikat Jibril dalam wujud aslinya, beliau pun juga takut, kalut. Satu sayapnya saja sudah mampu menutupi bumi dan seisinya. Continue reading “Tentara-Tentara Allah (1)”

Manusia Anjing

Disarikan dari Kajian Tafsir Prof. DR. H. Moh. Roem Rowi, MA. untuk Pegawai YLPI Al Hikmah.

Jumat, 11 Sept 2020

Tema kajian kali ini sangat menarik. Manusia anjing.

Apa dan bagaimana manusia anjing ini, Prof. Roem merujuk pada QS. Al A’raf ayat 175-179.

Ayat 175 menceritakan tentang orang yang telah diberi petunjuk namun dia meninggalkannya. Kemudian, setan mengikuti, menggoda, merayu, dan akhirnya memperdayanya hingga ia terperosok menjadi ghowiin alias orang yang tersesat.

Ayat 176 menggambarkan jika Allah ingin meninggikan derajat seseorang namun orang tersebut terpesona, tergoda, dan jatuh cinta pada kenikmatan dunia. Ia hanya mengikuti hawa nafsunya. Hawa nafsu telah menjadi Tuhan baginya. Orang seperti ini diumpamakan serupa anjing.

Inilah manusia anjing. Continue reading “Manusia Anjing”