Tiket ke Yogyakarta

Alhamdulillah. Akhirnya saya punya tiket ke Yogya. Tiket itu berupa buku tunggal yang saya tulis saat menjalani Pendidikan Guru Penggerak (PGP) selama sembilan bulan. Durasi waktu yang tidak bisa dibilang pendek itu menawarkan sejumlah tantangan. Apalagi saat menjalani pendidikan, guru tidak boleh meninggalkan tugas utamanya di sekolah-mengajar. Tantangan demi tantangan yang ada bisa saya selesaikan dengan baik. Semuanya saya tuliskan sedikit demi sedikit di blog. Menabung tulisan, begitu beberapa teman penulis mengistilahkan.

Kumpulan tulisan tersebut akhirnya menemui takdirnya menjadi buku. Buku berjudul Jalan Panjang Menuju Guru Penggerak berisi refleksi saya terhadap tugas-tugas yang diberikan, rencana aksi, dan laporan aksi nyata yang kami lakukan sebagai calon guru penggerak. Sebuah aksi yang barangkali kecil tetapi jika dilakukan secara masif tentu akan berdampak. Buku inilah yang akan membawa saya ke Yogyakarta. Sebenarnya, buku ini sudah siap sejak awal tahun lalu namun karena gonjang-ganjing ISBN di negeri ini saya harus menunggu sekitar 6 bulan. Alhamdulilah, jika Allah menghendaki saya akan ke Yogjakarta dengan tiket buku ini. Kok bisa? Begini ceritanya.

Saya tergabung dalam sebuah komunitas menulis Rumah Virus Literasi (RVL) yang dimentori oleh Bapak Much. Khoiri, dosen UNESA dan pegiat literasi. Kami ber-azzam akan menggelar peluncuran buku secara bersama-sama pada saat bulan Bahasa-Oktober 2022. Bagi yang ingin ikut berpartisipasi harus menerbitkan buku tunggal. Bagi seorang penulis, buku tunggal adalah bentuk komitmen dalam menulis.

Dan saya akui, komitmen menulis saya tidak begitu bagus. Saya ini moody orangnya. Apalagi kalau sudah tenggelam dalam berbagai kesibukan. Menulis menjadi nomor ke sekian. Kalau melihat teman-teman di grup mem-posting tulisan, ingin rasanya melakukan hal yang sama. Mereka bisa, mengapa saya tidak? Namun sekali lagi, saya hanya membatin. Membatin menulis- begitu kata Pak Khoiri dalam sebuah tulisannya.

Jadi, ketika saya bisa menerbitkan sebuah buku saya merasa bahagia sekali. I’m proud of myself.

Surabaya, 31 Juli 2022

5 Replies to “Tiket ke Yogyakarta”

Leave a Reply

Your email address will not be published.