Lulus

sumber: dokpri

Berhasil… berhasil….berhasil…. horeee!!!

Kalau Anda pecinta film animasi anak Dora the Explorer pasti ingat lagu itu. Setiap selesai melakukan misinya, gadis berponi ini selalu berteriak seperti di atas. Penuh keceriaan dan rasa bahagia. Perasaan inilah yang menggambarkan para Calon Guru Penggerak (CGP)  Angkatan 2 yang kemarin dinyatakan lulus dari Pendidikan Guru Penggerak (PGP) selama 9 bulan. Alhamdulillah. Hanya karena rahmat Allah semua ini terjadi.

Dari 3140 orang CGP yang berasal dari 71 kabupaten/kota di 23 provinsi ada 3004 CGP yang lulus. Sekitar 131 orang tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena sakit, meninggal, pindah tugas, dan 5 orang dinyatakan tidak lulus. Demikian sambutan DR. Praptono, Direktur Kepala Sekolah Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan dalam acara penutupan PGP Angkatan 2 kemarin (Rabu, 19 Januari 2022).

Sembilan bulan bukan waktu yang pendek untuk sebuah pelatihan. Apalagi pelatihan tersebut dilakukan secara simultan dengan menunaikan tugas pokok utama mengajar dan membimbing anak-anak di sekolah. PGP tidak boleh mengganggu jalannya pembelajaran di kelas dan tugas-tugas di sekolah. Ini menjadi kesepakatan awal antara CGP dan Kepala Sekolah di sebuah lokakarya yang dihadiri kedua pihak.

Dibutuhkan keterampilan tersendiri dalam mengikuti kegiatan ini. Bagaimana CGP harus membagi 24 jam waktunya agar semua kepentingan bisa terwadahi dengan baik. Kapan waktu untuk menyiapkan pembelajaran, mengajar, membuat evaluasi, membimbing siswa, belum lagi rapat-rapat terkait amanah di luar pembelajaran. Kapan waktu untuk membaca modul, melihat video, mengerjakan tugas-tugas guru penggerak di Learning Management System (LMS), mengikuti video conference, dan menghadiri lokakarya yang biasanya dilaksanakan Sabtu atau Ahad. Kapan waktu untuk keluarga, mengelola rumah tangga,  melayani anak-anak dan pasangan. Kapan waktu untuk bersosialisasi di masyarakat, berdakwah, dan sebagainya. Jangan lupa juga kapan waktu untuk me time karena hidup butuh keseimbangan.

Keterampilan sosial juga sangat dibutuhkan karena CGP harus bertemu dengan CGP lain. Ada tugas-tugas yang harus dikerjakan baik secara berpasangan maupun berkelompok sehingga kolaborasi menjadi kata kunci. Bukan saatnya kita egois memaksakan keinginan, kehendak kita meskipun kita merasa apa yang ada dalam pikiran kita benar dan belum tentu itu benar. Pendapat kelompok, kepentingan kelompok lebih utama. Kolaborasi juga dibutuhkan dengan teman-teman sejawat di sekolah kita, murid-murid kita karena ada tugas-tugas yang tidak jarang melibatkan mereka. PGP ini berbasis experiental learning – berbasis pengalaman. Artinya apa yang kita pelajari di PGP harus diaplikasikan di lapangan. Yang terjadi di lapangan dibawa ke ruang-ruang diskusi. Forum-forum ilmu seperti ini sungguh selain butuh kecerdasan akademik tapi juga kesantunan dan kelapangan jiwa.

Namun demikian, sembilan bulan bisa jadi bukan waktu yang panjang karena ternyata PGP menawarkan berbagai kesempatan. Kesempatan menuntut ilmu secara gratis. Kesempatan meraup pengalaman luar biasa di luar rutinitas kita sebagai guru. Kesempatan menjalin kerja sama dengan banyak pihak. Tak kalah pentingnya adalah kesempatan bersilaturahim dengan sesama CGP. Bertemu guru-guru dari jenjang yang berbeda, latar belakang yang berbeda namun dengan tujuan sama. Mengembangkan diri sekaligus mengembangkan orang lain. Belajar dari praktik-praktik baik teman-teman CGP akan menjadi momen yang sangat dirindukan. Rasanya baru kemarin.

And life must go on.

Seperti lanjutan sambutan Pak Praptono. Beliau mengingatkan bahwa dengan selesainya pendidikan ini bukan berarti akhir dari sebuah perjalanan namun sebaliknya. Justru ini akan menjadi titik awal perjalanan bagi para guru penggerak dalam melakukan pengabdian yang lebih besar, bersama-sama melakukan transformasi pendidikan.

Terus bergerak agar tidak terjebak dalam kejumudan.  Sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an …faidza faraghta fanshab… yang artinya maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan),  tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). (QS. Al Insyirah:7)

 

 

Surabaya, 20 Januari 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.