Generation Global

Flyer 10th Anniversary of Generation Global

Sebelumnya saya sampaikan terima kasih yang dalam pada teman kuliah S1 saya- Ilmi Kharisah yang telah mengenalkan pada Generation Global (GG). Ceritanya, awal merintis kelas internasional saya menghubungi beberapa teman yang pernah tampak berkegiatan bertaraf internasional. Maksud tampak di sini adalah saya pernah menyaksikan foto-foto mereka atau mendiskusikan program-program sekolah di grup komunitas. Yang paling gampang yaa.. yang ada foreigner-nya gitu karena salah satu tujuan kelas internasional di SMP Al Hikmah adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya pada murid untuk  berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Selain itu juga terhubung dengan teman-teman mereka di seluruh penjuru dunia. Ah…alangkah senangnya.

Nah, Ilmi ini guru SMA Al Azhar Jakarta. Dia sangat aktif. Dia sering bercerita membawa murid-muridnya ke luar negeri untuk exchange. Menariknya, dia bercerita sering mengajak murid-muridnya video conference dengan murid-murid di luar negeri. Wah… cucok ini, pikir saya. Murid-murid Al Hikmah harusnya juga demikian. Bahkan tidak hanya Al Hikmah saja, teman-teman guru yang lain boleh bahkan saya sarankan gabung ke GG. Murid-murid kita sudah saatnya connected to the world.

Akhirnya saya ingin tahu lebih dalam tentang GG. Kemudian dia mengenalkan saya pada Ibu Wati Wardani, koordinator GG di Indonesia. Untuk mendaftar saat itu saya harus mengisi form dan mengunggah dokumen registrasi sekolah. Saya harus menunggu cukup lama untuk di-approved. Sambil menunggu e-mail balasan dari GG, bu Wati mewawancarai saya. Menanyakan sekolah saya, kelas yang saya ajar, dan menerangkan lebih jauh tentang GG. Persetujuan bergabung dengan GG agak lama menurut bu Wati karena sekolah saya sekolah swasta. Sekarang sepertinya untuk gabung jauh lebih mudah. Ketika salah satu teman saya mendaftar sudah tidak dibutuhkan lagi surat registrasi sekolah di atas. Very easy.

Murid-murid juga bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan akun secara mandiri atau kita sebagai guru yang mendaftarkan mereka. Tapi ingat usia minimum 13 tahun. Saat itu saya sangat bersemangat sekali mengajak murid-murid bergabung. Mereka pun sangat antusias setelah saya putarkan video-video GG. Saya mensosialisasikannya dengan baik.  Ketika mengisi form ternyata mayoritas murid saya tidak bisa melanjutkan registrasi karena tersaring umur. Mayoritas mereka masih 12 tahun. Yaaa…. penonton kecewa. Saya mencoba menghubungi bu Wati ternyata jawabannya juga sama, harus 13 tahun. Akhirnya, saya berjanji pada murid-murid bahwa mereka akan vicon ketika di kelas VIII.  Sementara ini kami menyiapkan bekal bagi mereka untuk ber-vicon kelak.

Bagi teman-teman yang mengajar bahasa Inggris di kelas VIII SMP sampai SMA bisa memanfaatkan kesempatan ini. Di sana mereka bisa mengikuti challenge—Ultimate Dialogue Adventure (UDA). UDA ini sebagai prasyarat mengikuti video conference secara mandiri.  Lengkapnya bisa lihat di https://adventure.generation.global/

 

Being Global Citizen

GG adalah platform yang menghubungkan generasi muda usia 13-17 tahun di seluruh dunia. Membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan serta attitude untuk menjadi warga dunia yang aktif dan terbuka.  GG ini diinisiasi oleh Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris. Program utamanya adalah dialog, bagaimana menjadi warga dunia yang egaliter, open-minded, saling menghargai persamaan dan perbedaan. Dialog dilakukan dalam bentuk video conference antara dua sekolah. Mereka membahas isu-isu global seperti budaya, identitas, nilai-nilai, sikap, perubahan iklim, dan sebagainya.

Momen tersebut sangat penting sekali selain menambah wawasan, pertemanan juga bisa mengembangkan beberapa keterampilan yang disyaratkan di abad 21 di antaranya communication, collaboration, dan critical thinking skills. Bagaimana menyampaikan pendapat dengan baik karena dialog berbeda dengan diskusi apalagi debat.

GG telah aktif di 30 negara. Platform ini aman karena yang bisa mengakses hanya guru dan siswa. Setiap kegiatan dimonitor dan dimoderasi. Intinya ada sistem kontrol yang ketat. GG masuk ke Indonesia tahun 2011. Sampai saat ini, ada sekitar 300-an lebih sekolah,  700 guru dan 34 ribu siswa sebagai anggota serta telah memfasilitasi 4600 lebih video conference.

Beberapa waktu yang lalu saya mengajak murid-murid mengikuti peringatan 10 tahun GG di Indonesia. Pada peringatan tersebut, GG mendatangkan seorang remaja putri aktivis iklim dari Sudan-Nisreen Elsaim. Murid-murid bisa belajar banyak dari apa yang diceritakan oleh pimpinan organisasi pemuda khususnya perubahan iklim sekaligus sekretaris jenderal penasihat pemuda pada perubahan iklim ini. Sayangnya, beberapa murid tidak tertampung karena telah melebihi kapasitas. Semoga ke depannya GG lebih baik lagi dalam penyelenggaraan event seperti ini.

Sebagai penutup semoga tulisan ini menjadi tonggak kegiatan perdana kelas internasional SMP Al Hikmah Surabaya. Semoga bermanfaat. Bagi rekan-rekan guru bahasa Inggris, bergabung ke GG tidak ada ruginya. Yuuk… menjadi global citizen.  Kalau murid-murid kita masih kelas VII kita tunggu sampai mereka kelas VIII. Hehehe…

Can’t wait to join the video conference. See Ya.

 

Sidoarjo, 16 Oktober 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published.