Cuma Kamu

Buku Kesayangan Abi, Biografi Rhoma Irama (dokumen pribadi)

Cuma kamu sayangku di dunia ini

Cuma kamu cintaku di dunia ini

Tanpa kamu sunyi kurasa dunia ini

Tanpa kamu hampa kurasa dunia ini

 

Bagi pecinta musik dangdut pasti ingat cuilan lagu di atas. Versi asli lagu itu dinyanyikan duet Rhoma Irama dan Rita Sugiarto. Lagu tersebut merupakan salah satu lagu dalam album Soneta Volume 4 berjudul Darah Muda yang dirilis tahun 1975. Darah Muda ini akhirnya diangkat menjadi film dengan pemeran utama bang Haji bersama Yati Oktavia pada tahun 1977.

Almarhum Abi adalah pecinta musik dangdut dan rock. Selain dua penyanyi legendaris di atas, Abi sangat suka dengan Nicky Astria. Katanya, suara Nicky Astria itu sangat powerful. Vokal rangenya menembus 4 oktaf. Kalau yang barat Abi sangat suka Roxette, Bon Jovi . Pokoknya yang suaranya powerful. Rita Sugiarto juga memiliki itu. Makanya, Abi sangat suka dengannya.

Saya sebaliknya. Nggak suka dangdut sampai saya ketemu Abi. Selera musik kami benar-benar berbeda. Saya lebih suka jazz, bosas. Penyanyi favorit saya Ermy Kulit, Rafika Duri. Kalau yang barat saya suka Louis Amstrong, Nat King Cole. Nah, itu Abi nggak kenal sama sekali.

Ketika saya tanya mengapa Abi kok senang dangdut, jawabannya sederhana saja. Ya…karena itu satu-satunya musik yang didengarnya di masa kecilnya. Musik dangdut yang dimaksud tentu saja versi aslinya. Mengerucut lagi ke bang Haji Rhoma Irama. Semua saudara Abi mengidolakan bang Haji. Abi sembilan bersaudara. Semua laki-laki. Konon, beberapa kakak Abi membentuk grup band kecil. Sempat manggung mendendangkan lagu-lagu bang Haji di desanya. Sayang, nggak ada yang melanjutkan.

“ Lagu-lagu Rhoma Irama itu Mik sangat up-to-date. Liriknya sangat bernas, sarat makna,  dan mencakup semua sisi kehidupan. Pesan moralnya begitu universal. Mulai dari cinta anak pada orang tua, cinta remaja, cinta pada pasangan,  kesetiaan, sosial, kemanusiaan, politik, agama. Coba sampeyan cari adakah musisi yang seperti ini? Rhoma itu Mik yang membawa revolusi dangdut menjadi lebih modern. Rhoma adalah legenda, “ Abi menerangkan pada saya dengan berapi-api. Dan saya hanya tersenyum mengangguk-angguk.

Benar yang dikatakan Abi. Dalam bukunya, Rhoma Irama: Politik Dakwah dalam Nada yang ditulis oleh Moh. Shofan disebutkan bahwa Rhoma melakukan perubahan besar-besaran pada semua aspek dengan melakukan elektrisasi, mulai dari instrumen hingga akustik bas, arkodeon, dan gitar. Unsur gitar dan drum menjadi ciri musik rock, begitu kental mewarnai musik dangdut ini.

Abi sangat hafal mayoritas lagu Rhoma Irama. Pernah suatu ketika ia mendendangkan sebait lagu yang saya pikir Abi ngawur, ternyata itu lagunya Rhoma. Di saat lain ia mengirim sebait puisi, ternyata itu kutipan lirik lagunya Rhoma.  Rhoma minded. Nah, lagu Cuma Kamu ini sering diputar Abi ketika menemani saya memasak. Liriknya sangat sederhana.

Biasanya kalau hari Ahad begini, kami berdua ke pasar. Berjalan kaki saja. Menikmati hamparan beberapa petak sawah yang masih tersisa karena terkepung perumahan. Dulu, si bungsu sering ikut. Setahun terakhir ini saya sering pergi berdua. Kadang Abi membonceng saya di atas sepeda onthel namun seringnya berjalan kaki.

Kalau capek, Abi menawarkan untuk beristirahat sebentar. Kami berdua duduk di bawah pohon, tempat favorit kami beristirahat. Sejauh mata memandang, hamparan padi yang menghijau. Saya selonjorkan kaki dan minum air mineral yang saya bawa dari rumah. Abi akan memetik pisang ulin yang dibelinya, menikmatinya kadang sambil melihat petani kota itu mengusir sekawanan burung yang sedang meraup rezeki.

Tidak jarang kami meminta pada petani itu barang sehelai dua helai daun pisang. Saya senang membuat masakan yang agak ribet kalau akhir pekan seperti ini. Yang paling sering ya pepes ikan, bothok tahu tempe, dan sejenisnya. Pokoknya masakan yang menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya. Daun pisang yang lebar itu kami gunakan sebagai penutup kepala dari panas matahari jika pulangnya kesiangan.

Sampai di rumah, ia selalu membantu saya di dapur. Mulai dari memotong sayuran sampai mengulek bumbu. Saya termasuk penganut aliran tradisional. Bumbu harus diulek alias dilumatkan di atas cobek. Rasanya akan jauh berbeda dari yang diblender. Dari HP-nya Abi memutar lagu-lagu bang Haji. Saya menyalakan kompor dan mulai memasak air. Tiba-tiba ia sudah ada di belakang saya dan membisikkan sepotong lirik lagu di telinga kanan saya, Cuma Kamu …..

dan saya akan mencubitnya mesra.

Ternyata lagu Cuma Kamu itu ada versi terbarunya. Dinyanyikan Bang Haji Rhoma Irama dengan Via Vallen. Rilis akhir tahun 2020 kemarin. Bagi yang senang versi aslinya salah satunya bisa dinikmati di sini.  Versi terbaru di sini

Selamat beristirahat kawan. Saya akhiri tulisan ini sambil menikmati sisa lagu di atas.

Tiada kalimat dapat melukiskan

Betapa sayangku kepada dirimu

Tiada ibarat sebagai umpama

Betapa cintaku kepada dirimu

 

Itu dapat kurasa dari belai tanganmu

Itu dapat kurasa dari pandang matamu

 ….

 

Sidoarjo, 7 Februari 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published.