Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar

sumber:kemdikbud.go.id

Judul di atas adalah tema peringatan Hari Guru Nasional tahun ini. Tema ini terasa pas dengan kondisi guru saat ini. Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan segala permasalahannya tidak jarang menaikturunkan semangat guru dalam melaksanakan tugasnya. Ketidaknyamanan memasuki zona baru pasti dirasakan. Apalagi yang harus ditinggalkan itu zona nyaman.

Mayoritas kita tentu berpendapat lebih enak mengajar secara langsung namun pandemi Covid  memaksa kita menelan pil pahit. Hampir sembilan bulan kita berada dalam kondisi terpaksa. Terpaksa di rumah, harus sering mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, tidak bisa liburan, dan sebagainya. Sebagai guru kita terpaksa mengajar daring, belajar IT, melayani siswa di luar jam kerja,  ikut webinar ini itu, dan kadang menerima komplain wali murid karena pembelajaran kita yang katanya coba-coba. Itu beberapa contoh. Anda bisa masukkan sebanyak-banyaknya daftar keterpaksaan yang Anda rasakan selama sembilan bulan ini. Feel free. Saya sebut terpaksa karena mau tidak mau harus kita terima.

Namun pernahkah kita merefleksi diri setelah sembilan bulan ini? Betapa banyak yang harus disyukuri. Berapa banyak orang yang meninggal karena Covid sementara kita masih bertahan? Berapa banyak keterampilan di bidang IT yang kita kuasai karena terpaksa harus belajar? Berapa banyak ilmu-ilmu baru yang kita dapatkan karena kita ikut kelas online dan webinar? Berapa banyak video pembelajaran yang kita buat untuk memuluskan pembelajaran? Berapa banyak resep masakan yang kita praktikkan karena kita bekerja dari rumah? Berapa banyak tulisan yang kita hasilkan karena kita temukan begitu banyak inspirasi di era pandemi? Itu beberapa contoh sederhana. Cobalah Anda kulik sendiri keajaiban-keajaiban kecil yang terjadi pada diri Anda. Saya sebut keajaiban karena kita tidak pernah menduga sebelumnya.

Sudah saatnya kita bangkitkan semangat karena tantangan ke depan tidak lebih mudah dari yang telah ada. Ibarat ibu mengandung, usia sembilan bulan adalah usia matang kandungan. Otot-otot dasar panggul dalam kondisi prima. Kuat dan lentur. Siap untuk melahirkan. Waktu sembilan bulan cukup untuk membentuk karakter tangguh guru, tahan banting dalam menghadapi situasi dan kondisi genting sekalipun.

Di samping itu, sembilan bulan adalah rentang waktu yang cukup untuk menumbuhkan ide-ide kreatif guru dalam pembelajaran. The power of kepepet menemukan maknanya di sini. Guru harus memiliki semangat, antusiasme yang tinggi karena ia punya kewajiban menyuntikkan energi positif pada siswa. Selain mentransfer ilmu, ia harus mendampingi tumbuh kembang siswa dan menyemai karakter-karakter baik pada mereka. Bisa dibayangkan jika guru loyo, menyerah pada keadaan dan stagnan. Akan jadi apa para siswanya?

Merdeka Belajar

Ada lima episode Merdeka Belajar yang telah digulirkan Kemdikbud. Episode satu Merdeka Belajar  mengubah Ujian Nasional menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional, menyederhanakan RPP, dan menyesuaikan kuota penerimaan peserta didik baru berbasis zonasi. Episode dua, Kampus Merdeka. Episode tiga tentang perubahan mekanisme BOS tahun anggaran 2020. Episode empat, Organisasi Penggerak dan episode lima yaitu Guru Penggerak.

Semua episode tersebut ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang telah ditetapkan.  Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Guru memiliki peran penting dalam hal ini. Esensi Merdeka Belajar, kemerdekaan dalam berpikir harus dimulai dari guru. Dimulai dari ruang-ruang kelas. Guru-guru berkualitas akan melahirkan murid yang berkualitas. Sepuluh-dua puluh tahun ke depan murid ini akan menjadi pemimpin berkualitas.  Generasi muda yang berkualitas akan menjadi hadiah terindah bagi bangsa dan negara.

Sebagai orang yang berada di garda depan, guru harus mampu menjadi contoh. Sebagaimana Ki Hajar Dewantara menyebut Ing Ngarsa Sung Tuladha. Guru harus jadi panutan, contoh yang baik. Jika ingin murid rajin membaca misalnya, guru harus rajin membaca. Jika ingin murid salat tepat waktu, guru harus tepat waktu. Jika ingin murid berkata baik, guru harus berkata baik. Jika ingin murid berintegritas,  guru harus menunjukkan integritas.

Tidak selamanya guru mengambil posisi di depan. Kadang ia harus merelakan murid mengambil alih kendali agar mereka bisa belajar. Ketika ia berada di antara mereka, ia menerapkan Ing Madya Mangun Karsa, di tengah ia membangun motivasi, menumbuhkan antusiasme, memberikan bimbingan. Ketika ia berada di belakang maka ia Tut Wuri Handayani, memberikan dorongan, dukungan moral. Dengan demikian, guru selalu hadir di setiap kesempatan.

Sebuah tugas yang tidak mudah bukan? Namun bukan berarti tidak mungkin. Everything is possible. Tinggal bagaimana kita merespon sebuah fenomena, sebuah kejadian. Berikan hanya respon terbaik agar hasil terbaik yang kita peroleh.

Guru tidak boleh mandek, puas dengan capaian-capaian yang ada.  Era New Normal menjadi sebuah tantangan baru. Guru harus selalu belajar sebagaimana penebang pohon yang selalu mengasah kapaknya. Jika ia tidak belajar, ilmunya akan kadaluarsa. Apalagi di era digital. Siapa yang tidak cepat merespon perubahan ia akan tergilas roda zaman. Kita harus bergerak. Jangan berhenti. Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar.

Untuk menutup tulisan ini saya kutipkan QS. Al-Insyrah ayat 7-8 yang berbunyi faidza faraghta fanshab, wa ila rabbika farghab.  Artinya, maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Teruslah bergerak sampai suatu masa kita tidak mampu bergerak lagi.

Selamat Hari Guru. Selamat Berkarya Untuk Bangsa.

 

Sidoarjo, 25 November 2020

9 Replies to “Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar”

Leave a Reply

Your email address will not be published.