Foto

Pagi-pagi sekali saya mendapat berkah karena Ustad Rofi’i, musyrif—sebutan untuk guru wali di asrama—mengirimi sebuah foto. Foto ini menggambarkan seorang remaja laki-laki berseragam SMP sedang tersenyum. Foto lainnya, ia bersama beberapa temannya sedang bercanda. Tampak sumringah di wajah mereka.

Anak muda itu putra ketiga saya yang sedang mondok nun jauh di sana. Bersama ratusan teman sebaya dari seluruh penjuru kota di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan ada yang berasal dari negara lain. Cina, Taiwan, Qatar untuk menyebut beberapa.
Continue reading “Foto”

Happy New Hijri Year 1442

source: freepik.com

Saya mempunyai grup WA yang sangat istimewa. Grup ini beranggotakan kurang dari 20 orang. Ada jadwal siapa yang harus menyapa tiap pagi dengan topik yang berbeda. Kadang tentang makanan, hobi, keluarga, pekerjaan, dan sebagainya. Kadang juga tentang isu-isu terkini tapi dikemas dengan bahasa guyonan. Ringan dan renyah.

Sapaan mengerucut pada resolusi Tahun Baru 1442 Hijriah kemarin. Bagi seorang muslim, bermuhasabah sangat dianjurkan. Setiap hari bahkan. Sebelum tidur menjadi saat yang tepat mengevaluasi diri. Kebaikan apa yang sudah dilakukan seharian dan keburukan apa yang seharusnya ditanggalkan.

Namun, pergantian tahun menjadi sesuatu yang istimewa. Saat yang pas untuk merefleksi capaian di tahun sebelumnya dan apa yang mesti diperbaiki di masa datang. Resolusi bahasa kerennya. Continue reading “Happy New Hijri Year 1442”

Mandi dan Nasionalisme

Upacara Virtual memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 75 di SD Al Hikmah Surabaya

Oleh Hernawati Kusumaningrum

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Meskipun demikian, sekolah tetap berlangsung. Di jam-jam sekolah, bukan lagi pemandangan aneh menyaksikan anak-anak duduk menatap layar laptop, HP, tablet, dan sebagainya. Mulanya tegak, kemudian sedikit bersandar. Mereka sedang melakukan Video Conference dengan gurunya. Beberapa menggunakan Zoom, Google Meet, Webex, dan sebagainya.

Sama. Bungsu saya juga demikian. Ia duduk di kelas 6 SD. Ketika video conference selesai, ia segera mengerjakan modul yang ada di web sekolahnya. Lebih tepatnya di Learning  Content Management System (LCMS) sekolah. Sesekali ada juga tugas yang mengharuskannya membuka-buka buku secara manual, menggambar, mengerjakan proyek, dan seterusnya. Nah, biasanya posisi duduknya sudah berubah. Selonjoran atau bahkan tiduran. Alat tulis berserakan di sampingnya. Continue reading “Mandi dan Nasionalisme”