Menggagas Agile Education (2)

Presentasi Prof. Muchlas Samani berjudul Menggagas Agile Education. Judulnya sih simpel tapi isinya….heeeem…. ilmu semua.

Menurut Guru Besar UNESA ini, gelombang pandemi Covid-19 ini merupakan ayat kauniyah Allah yang wajib dipelajari. Beliau mengajak para guru untuk melakukan refleksi diri.

Pendidikan yang dilakukan saat ini untuk menyiapkan anak di masa depan dilakukan oleh guru yang dididik di masa lalu. Di sini terjadi gap generasi. Sang guru dididik oleh masa lalu. Siswanya disiapkan untuk masa depan. Bagaimana mungkin guru dari masa lalu mendidik siswa masa depan?

Solusinya, guru harus “berkorban”. Artinya, guru harus meluangkan waktu untuk mencari ilmu dan menyampaikan ilmu yang benar-benar dibutuhkan siswa agar survive di masanya. Jadi, bukan sekadar ilmu. Continue reading “Menggagas Agile Education (2)”

Agile Education (1) Hasil Tak Pernah Khianati Usaha

Beberapa bulan terakhir ini di tempat saya bekerja sedang nge-trend istilah Agile education. Terjemahan bebasnya adalah pendidikan yang lincah dan taktis. Tujuannya untuk mengikuti perkembangan zaman yang serba cepat dan tidak menentu.

Apa sebenarnya konsep Agile itu? Saya mencoba merangkumnya dari paparan dua pembicara dalam forum Pembinaan Guru Online di YLPI Al Hikmah beberapa waktu yang lalu. Ustad Abdul Kadir Baraja selaku Ketua Pembina Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Al Hikmah dan Prof. DR. Muchlas Samani, Guru Besar UNESA. Continue reading “Agile Education (1) Hasil Tak Pernah Khianati Usaha”