Ziarah Kubur

Kami masih memegang tradisi. Sebelum Ramadhan tiba kami selalu melakukan ziarah kubur ke makam para leluhur. Hari ini saya bersama adik
dan kakak saya mengunjungi makam ibu di Madura. Ibu memang berasal dari Madura dan minta dimakamkan di sana. Baru sekarang saya paham mengapa ibu ingin dimakamkan di tanah kelahirannya. Tak lain dan tak bukan agar kami tetap menyambung tali silaturrahim dengan keluarga dan para kerabat.  Bapak saya orang Blitar, dimakamkan di Surabaya Barat.

Continue reading “Ziarah Kubur”

Sarapan Istimewa

 

Pagi saya terasa spesial. Buku Uraian Jiwa Menuai Hikmah karya ustad Sriyanto menemani menu
sarapan saya, ketan bubuk dan talas. Saya senang sekali bisa menyaksikan buku
ini terbit. Pasti ada kerja keras di belakangnya. Pasti ada konsistensi yang
mengiringi. Menyusun buku bukan hal yang mudah. Maka apresiasi yang tinggi saya
acungkan pada teman-teman yang berani mengambil langkah ini. Saya tulis
demikian bukan karena saya telah berhasil memproduksi beberapa buku tetapi saya
benar-benar merasakan jatuh bangunnya menulis buku. Apalagi jika itu buku
pertama.
Dari beberapa kegiatan kepenulisan yang pernah saya ikuti,
saya melihat dan merasakan bagaimana teman-teman mengalami kesulitan ketika
menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Bisa jadi karena belum terbiasa. Ketika
sudah lancar di depan pun bukan tidak mungkin menemui batu sandungan dalam
penyelesaiannya. Writer blocked,
bahasa kerennya.  Di sinilah pentingnya
niat yang kuat dan ketangguhan. Jatuh, ayo bangun. Jatuh lagi, bangun lagi.
Lelah? Sudah pasti. Tapi ketika  buku itu
jadi,  ahhh…. hilanglah semua lelah. Yang
tersisa hanya perasaan bahagia dan rasa tidak percaya …
“Ternyata saya bisa, ya”
Selamat kepada ustad Sriyanto atas lahirnya buku Uraian Jiwa Menuai Hikmah.